parsel ramadan untuk porter

Porter, mereka yang mengais rezeki di lingkungan stasiun, tak ada gaji hanya mengaharapkan upah lepas

Tahukah kamu?

Keberadaan porter di stasiun kereta api tidak berada dibawah PT. Kereta Api Indonesia, mereka bukan pengawai KAI dan bukan di bawah naungan atau pengelolaan PT. KAI, namun mereka diberikan izin untuk mencari rezeki di lingkungan stasiun.

Porter,
si pengais rezeki ular besi

Sejak Covid-19 melanda, para porter stasiun harus lebih mengecangkan ikat pinggang mereka. 

Jumlah penumpang yang menurun drastis dan jumlah kereta api yang beroperasi berkurang mempengaruhi pendapatan mereka

 Para pejuang porter hanya mendapatkan upah lepas Rp20.000 – Rp30.000,- setiap harinya dari jasa yang ditawarkan ke penumpang untuk membawa barang para penumpang. Baju seragam yang mereka pakai juga mereka beli sendiri.

Parselmu untuk Porter

Moment Ramadan dan Idul Fitri seharusnya menjadi momen membahagiakan untuk mereka,  jumlah penumpang akan naik karena mudik.

Tapi sekarang, isu larangan mudik oleh pemerintah secara tidak langsung akan mempengaruhi pendapatan mereka sebagai porter.  PT. KAI akan mengurangi jumlah kereta yang beroperasi bahkan menutup stasiun. 

Lalu Bagaimana nasib para porter stasiun?

Apa isi Paket Parsel Ramadanmu?

Yang ada di paket parsel Ramadanmu adalah beras 5 kg, minyak goreng, sarden, kecap, saos, gula, teh, kopi, mie instan

"Alhamdulillah dapat parsel Ramadan, semenjak Covid, penghasilan saya hanya cukup untuk makan, tapi ini ada beras 5 kg sama yang lainnya juga, uang saya mau saya kumpulkan untuk bayar kontrakan, semoga Allah membalas kebaikan donatur Dompet Dhuafa."
Bapak Sobari (60 th)
Porter Stasiun Senen

Dompet Dhuafa Bersama Kapital Boost

Mengajak sahabat semua untuk menjadi bagian kebaikan Ramadan dengan sama-sama Patungan Parsel Ramadan untuk Porter

Yuk, sahabat berikan parsel Ramadanmu untuk para porter

#BeraniBerbagi

Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa membentang kebaikan ZISWAF Anda kepada lebih dari 19 juta penerima manfaat

Mari bersama tumbuhkan ZISWAF untuk berdayakan umat