Aktivitas vulkanik Merapi terpantau terus mengalami peningkatan sejak Kamis lalu (05/11). Hingga saat ini, pemerintah setempat telah menaikkan status Merapi dari level WASPADA ke level SIAGA. Naiknya status Merapi menyebabkan 607 warga di radius terdekat harus mengungsi. Hal ini dikarenakan adanya potensi letusan eksplosif dan awan panas sejauh 5 kilometer.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, terdapat 12 desa yang tersebar di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten berada dalam status bahaya.
Saat ini, warga telah mengungsi di beberpa titik pengungsian, di antaranya Balai Desa Glagaharjo (Sleman), Desa Deyangan Mertoyudan, Desa Manyurojo dan, Desa Taman Agung Muntilan (Magelang), serta Desa Tegal Mulyo dan Balarante (Klaten).
Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta yang merupakan salah satu wilayah KRB III & II Gunung Merapi dengan Total jumlah penduduk terdampak sebanyak 1098 jiwa (KRB III) & 303 jiwa (KRB II), Kelompok rentan sebanyak 408 jiwa (KRB III) & 96 jiwa (KRB II).
Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan di Indonesia, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) turut bersiaga di wilayah KRB (Kawasan Rawan Bencana) dengan melakukan mapping area jalur evakuasi bersama tim SAR.
Selain bersiaga, Tim dilapangan juga telah mendirikan Pos Hangat dan Pos Sehat di beberapa titik pengungsian.
Aksi penyemprotan disinfektan juga dilakukan di Pos Glagaharjo untuk mencegah menyebaran virus Covid-19.
Hingga saat ini, proses evakuasi terus dilakukan. Ribuan warga mulai berkumpul di pengungsian dan segera butuh bantuan.
– Tenda, kasur, dan selimut
– Kebutuhan balita
– Sembako
– Hygiene kit
– Healthy Kit
– Air Bersih
Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa membentang kebaikan ZISWAF Anda kepada lebih dari 19 juta penerima manfaat
Mari bersama tumbuhkan ZISWAF untuk berdayakan umat
Lembaga Amil Zakat Nasional sesuai SK Menteri agama No 239/2016.
Nazhir Wakaf, sesuai SK BWI No 36.74.3.1.00001/2011 (wakaf aset) dan No 3.3.00100/2015 (wakaf uang).